Toyota Dukung Konservasi Hayati di Gorontalo

Upaya ini merupakan bagian dari kerja sama antara Toyota Motor Corporation (TMC) dan BirdLife Internationalserta Burung Indonesia di bawah visi Toyota Environmental Challenge 2050.
Fatkhul Maskur | 08 Desember 2018 01:00 WIB
GM TMMIN Teguh Trihono (kanan) menyerahkan secara simbolis donasi mobil kepada Executive Director of Burung Indonesia Dian Agista (tengah) disaksikan VP TDEM Ishimoto, di Universitas Negeri Gorontalo, Jumat (7/12). - TMMIN

Bisnis.com, GORONTALO - Toyota Motor Corporation (TMC) melalui afiliasinya di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mendonasikan mobil Toyota HIACE kepada Burung Indonesia (anggota jaringan kemitraan global BirdLife International) untuk mendukung survei keanekaragaman hayati dan kegiatan pendidikan konservasi di sekitar lokasi kerjanya di Bentang Alam Popayato-Paguat, Provinsi Gorontalo.

Kendaraan ini akan digunakan oleh Burung Indonesia untuk mendukung tim untuk survei, mempromosikan pendidikan lingkungan untuk masyarakat pedesaan dan perkotaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan generasi muda di wilayah tersebut.

Upaya ini merupakan bagian dari kerja sama antara Toyota Motor Corporation (TMC) dan BirdLife Internationalserta Burung Indonesia di bawah visi Toyota Environmental Challenge 2050.

Dengan visi ini Toyota menargetkanpembangunan "masyarakat masa depan yang selaras dengan alam".

TMC menyumbangkan 4 mobil per tahun kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terpilih yang bergerak di bidang lingkungan di seluruh dunia selama 5 tahun sejak 2016.

Mobil yang disumbangkan dipergunakan untuk mendukung upaya konservasi keragaman hayati terkait dengan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List , daftar paling komprehensif mengenai spesies terancam punah.

Akses menuju habitat spesies dalam daftar tersebut biasanya harus melalui medan yang berat. Pada Maret 2018, Toyota juga telah menyumbangkan 1 unit Hilux ke LSM lingkungan lainnya di Indonesia, untuk tujuan konservasi lingkungan yang sama.

Penyerahan donasi kendaraan secara simbolis dilakukan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Turut menghadiri acara ini antara lain Rektor UNG Prof Syamsu Qamar Badu, Direktur Eksekutif Burung Indonesia Dian Agista, Vice President Toyota Daihatsu Engineering Manufacturing (TDEM), Yoshiaki Ishimoto, dan beberapa perwakilan dari TMMIN.

Yoshiaki Ishimoto, Wakil Presiden TDEM menyatakan bahwa Toyota ingin berkontribusi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan seperti yang dituangkan dalam Toyota Environment Challenge 2050.

"Untuk mencapai hal ini, kami berusaha untuk membangun hubungan kerjasama dengan organisasi yang berkecimpungdi dalam aktivitas pelestarian lingkungan," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (7/12/2018).

Mobil yang disumbangkan ini merupakan salah satu dari banyak langkah yang kami ambil. Mobil ini akan digunakan dalam upaya konservasi termasuk edukasi tentang spesies yang terancam punah seperti yang ada pada Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

"Kami akan terus memperkuat upaya untuk mewujudkan visi tersebut”.

Di kesempatan yang sama, Toyota juga mendonasikan alat peraga pendidikan berupa dua unit mesin utuh (1 mesin tipe NR dan 1 mesin tipe TR) serta 1.000 bibit pohon multiguna endemik Gorontalo kepada Universitas Negeri Gorontalo.

Konservasi di Gorontalo

Bagian barat Provinsi Gorontalo, yang dikenal sebagai Bentang AlamPopayato-Paguat, merupakan daerah penting bagi keragaman hayati. Di lahan multiguna seluas 350.000 hektar ini, terdapat 275.000 hektar lahan hutan yang terdiri dari cagar alam, suaka margasatwa dan sembilan hutan lindung.

Bentang alam tersebut juga merupakan hulu dari empat sungai besar. Sebanyak 169 spesies burung tercatat berada di sini, 70 spesies di antaranya merupakan spesies endemis Sulawesi, sebanyak 47 spesies dilindungi oleh hukum Indonesia.

Selain itu, lima spesies burung terdaftar sebagai spesies terancam punah secara global, termasuk spesies “kharismatik” seperti julang sulawesi (Rhyticeros cassidix) dan maleo (Macrocephalon maleo) menggantungkan kehidupannya pada ekosistem hutan yang sehat.

Sebanyak 23 spesies mamalia juga tercatat di daerah tersebut dan delapan di antaranya adalah endemis termasuk babirusa (Babyrousa celebensis), anoa dataran-tinggi (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran-rendah (Bubalus depressicornis), dan tarsius spektral.

Sejak 2009, Burung Indonesia telah bekerja di Bentang Alam Popayato-Paguat untuk mempromosikan konservasi burung dan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan penghidupan masyarakat setempat.

Untuk melakukan upaya tersebut, Burung Indonesia telah bekerja secara intensif dengan pemerintah di semua tingkatan, universitas, organisasi kemasyarakatan, media, instansi terkait, dan yang paling penting dengan penduduk desa yang tinggal di tepi hutan.

“Burung Indonesia mengapresiasi kepedulian Toyota terhadap lingkunganmelaluidonasi kendaraan. Dukungan ini berkontribusi besar terhadap upaya Burung Indonesia dan pemangku kepentingan lokal untuk melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati, serta memelihara pendekatan konservasi dan pembangunan terpadu di Bentang AlamPopayato Paguat,” kata Dian Agista, Direktur Eksekutif Burung Indonesia.

Tag : Toyota Motor Corporation
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top