Ini Dia Para Pemenang Kino Youth Innovator 2018

Hibar Syahrul Gafur, perwakilan dari Institut Teknologi Bandung memenangkan Kino Youth Innovator (KYIA) 2018, yakni ajang apresiasi kepada anak muda Indonesia yang berani berinovasi.
Bambang Supriyanto | 05 September 2018 18:30 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hibar Syahrul Gafur, perwakilan dari Institut Teknologi Bandung memenangkan Kino Youth Innovator (KYIA) 2018, yakni ajang apresiasi kepada anak muda Indonesia yang berani berinovasi.

Dia menyisihkan 10 proposal yang berhasil maju ke babak Grand Final.

Panitia KYIA sebelumnya roadshow ke lebih dari 20 universitas serta babak seleksi, Kino Youth Innovator 2018. Tahapan seleksi yang dibuka sejak Mei hingga Juni 2017, berhasil mengumpulkan 327 proposal yang berasal dari 39 universitas di seluruh Indonesia.

Hal itu sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan ternama di Indonesia yang berlandaskan ide dan inovasi, dan terus bergerak untuk menjadi perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk memotivasi kaum muda agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas ini.

“Kino Youth Innovator Award diadakan berlatar belakang dari semangat inovasi yang telah dilakukan oleh PT Kino Indonesia Tbk. (Kino) dalam setiap proses kerjanya," ujar Budi Santoso, Product Innovation Director PT Kino Indonesia Tbk.

Menurutnya, semangat inovasi ini berhasil membuat Kino menjadi perusahaan lokal yang dikenal di Indonesia, bahkan berhasil merambah ke dunia internasional. Oleh karena itu, untuk menularkan semangat inovasi ini, diadakanlah Kino Youth Innovator Award (KYIA).

Pada tahun ketiga ini, KYIA 2018, berhasil mengumpulkan 327 proposal dari 39 universitas. “Kami sangat kagum atas ide-ide inovasi yang disubmit oleh para mahasiswa. Semuanya out of the box dan secara lugas mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia, sesuai dengan tema tahun ini, yaitu Empower Life Through Nature,” ujar Budi.

Dari 307 proposal tersebut, terpilihlah 10 finalis dari 9 universitas yang masuk ke dalam babak final, yaitu perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Makassar, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dan Universitas Brawijaya.

Kesepuluh finalis ini mengikuti tahapan final defense challenge yang diadakan pada 28-30 Agustus 2018. Di tahap ini, finalis harus mempresentasikan dan mempertahankan ide inovasinya di hadapan para juri yang berpengalaman, yaitu Dr.Pepey Riawati Kurnia, MM, coordinator of PDMA (Product Development Management Association), serta perwakilan Research and Development serta Product Innovation PT Kino Indonesia Tbk.Setiawan Wijaya, dan Lulu Kumala Dewi.

Adapun pada tahapan ini, penilaian juri terdiri dari beberapa aspek, yaitu originality dengan bobot 20%, inovasi yang disampaikan belum ada di pasar atau memiliki diferensiasi yang tinggi dengan produk sejenis di pasaran.

Aspek effectiveness dan problem solving dengan bobot 35%, yaitu bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat serta efektif menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat secara luas. Selanjutnya, aspek feasibility dan sustainability dengan bobot 30%, yakni bagaimana produk inovasi dapat bertahan dan berkesinambungan. Presentation values dengan bobot 15% adalah bagaimana peserta menyampaikan idenya dengan menarik.

"Effectiveness dan problem solving mendapat porsi yang lebih besar, karena di situlah makna inovasi. Inovasi bukanlah hanya menciptakan hal- hal baru tetapi juga bagaimana menjawab kebutuhan pasar. Inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, akan berhasil, tetapi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar akan dilupakan,” jelas Budi.

Setelah berbagai penilaian yang dijalani oleh para peserta, ditetapkan tiga pemenang utama dan dua pemenang harapan.

Mereka adalah juara 1: Institut Teknologi Bandung, yang diwakili oleh Hibar Syahrul Gafur.
Juara 2: Universitas Indonesia, yang diwakili oleh Kenny Anderson dan Joey Irvine Julianto
Juara 3: Institut Pertanian Bogor, yang diwakili oleh Fatimah Azzahra dan Ayu Luthfiani Syifa
Juara Harapan 1: Universitas Kristen Satya Wacana, yang diwakili Yoga Andika Putra dan I Gede Kesha Aditya
Juara Harapan 2: Universitas Gajah Mada, dengan perwakilan Abdurrahman Wachid Shaffar dan Aya Shofia.

“Saya sangat senang dengan apa yang saya raih. Kompetisinya tidak mudah, namun saya yakin bahwa inovasi produk yang saya ciptakan ini memiliki manfaat yang cukup besar di dunia kesehatan, terutama bagi para wanita. Oleh karenanya, saya berharap PT Kino Indonesia Tbk. dapat mewujudkan produk ini,” ujar Hibar Syahrul Gafur, pemenang pertama KYIA 2018.

Tag : inovasi, csr
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top