BISNIS INDONESIA COMMUNICATION FORUM: Menkominfo Rudiantara Bicara Kunci Keberhasilan di Era Keterbukaan

Bisnis Indonesia kembali menggelar acara Bisnis Indonesa Communication Forum 2017 yang akan dilangsungkan hari ini Selasa (25/04) di hotel Ritz Carlton Jakarta pada pukul 08.00-13.00 Wib.
Amanda Kusuma & Agne Yasa | 25 April 2017 12:28 WIB
Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 - Amanda Kusumardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia kembali menggelar acara Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 dengan tema Winning the Competition yang akan dilangsungkan hari ini Selasa (25/04) di hotel Ritz Carlton Jakarta pada pukul 08.00-13.00 Wib. 

Tahun ini,  Bisnis Indonesia Communication Forum akan diikuti kurang lebih 350 peserta. 

Adapun diskusi akan dilakukan oleh pakar di bidang komunikasi. Menkominfo Rudiantara akan menjadi keynote speaker yang mengupas berbagai masalah  antaralain infrastruktur telekomunikasi sebagai daya dukung saing Indonesia, program Palapa Ring, refarming 4G dan digitalisasi penyiaran

Selain Menkominfo pembicara lainnya adalah Hellen Katherina Executive Director Media Nielsen Indonesia yang akan membahas mapping situation di industri corporate communication

Pembicara ketiga adalah Jacky Mussry Deputy CEO Markplus Inc dengan tema Impactful communication strategy.  Kemudian Presdir Angkasa Pura II M Awaluddin dengan tema Serve your costumer well. 

Acara ini akan dimoderatori oleh Deputy Marketing Director Bisnis Indonesia Group Adhitya Novardi

Latar belakang dari dilaksanakannya acara ini karena memasuki usia 32 tahun, perkembangan yang telah diraih Bisnis Indonesia tidak terlepas dari hubungan baik dengan mitra bisnis. 

Corporate Secretary,  Corporate Communication,  Public Relation,  Marketing Communication dan Biro Iklan adalah para mitra profesional yang memegang peranan penting dalam pengadaan informasi dan iklan di Bisnis Indonesia. 

Setiap tahunnya, Bisnis Indonesia mengadakan Corsec Marcom Forum dengan para mitra bisnis,  yang memberikan pandangan baru dalam dunia komunikasi dengan menghadirkan para pakar dan memberikan apresiasi pada biro iklan terbaik. 

Ikuti kegiatan ini secara langsung di Bisnis.com

 

13:06 WIB

Menkominfo Rudiantara Menjawab Pertanyaan dalam Bisnis Indonesia Communication Forum 2017

12:57 WIB

Menkominfo Rudiantara Berfoto Bersama Manajemen Bisnis Indonesia & Para Pemateri

Menteri Komunikasi & Informatika Rudiantara (ketiga kiri) berfoto bersama manajemen Bisnis Indonesia dan para pemateri seusai acara Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 dengan tema Winning the Competition yang dilangsungkan hari ini, Selasa (25/4) di hotel Ritz Carlton Jakarta pada pukul 08.00-13.00 WIB. Tahun ini, Bisnis Indonesia Communication Forum diikuti kurang lebih 350 peserta dari sejumlah mitra dari perbankan, biro iklan dan mitra strategis perusahaan dengan tema yang diangkat "Winning The Competition". Menkominfo Rudiantara menjadi keynote speaker dengan tema mengupas masalah infrastruktur telekomunikasi sebagai daya dukung saing Indonesia, program Palapa Ring, refarming 4G dan digitalisasi penyiaran. (Agne Yasa)

12:50 WIB

Rudiantara Bicara Kesiapan Infrastruktur Telekomunikasi di Era Keterbukaan dan Kompetisi

Pemerintah berkomitmen terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terkait data terutama di kota besar. Saat ini, teknologi 4G sudah bisa digunakan di 400 kabupaten/kotamadaya.

"Pemerintah menargetkan pada 2019 sudah punya akses broadband yang harus hadir di semua kabupaten kota di Indonesia. Infrastruktur yang dibangun baik oleh regulator, operator, itu dari sisi jaringan," katanya. 

Rudiantara mengatakan dari sisi ekosistem ponsel juga diperkirakan ponsel 4G semakin terjangkau. Pada 2019, dia memperkirakan konsumen bisa mendapatkan ponsel 4G di harga Rp400.000. 

"Posisi Indonesia dari sisi infrastuktur ICT di Asean saat ini ada di nomor empat dan ditargetkan pada 2019 menjadi nomor dua, setelah Singapura, dengan selesainya Palapa Ring," paparnya.

12:41 WIB

Rudiantara: Bukan Hanya PR, CEO Juga Harus Respons Cepat

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan di era perkembangan teknologi dan sosial media menuntut perusahaan semakin terbuka untuk lebih intens berkomunikasi dengan pelanggannya dan dari sisi infrastruktur telekomunikasi, pemerintah terus membangun.

"Sekarang tuntutannya, bukan hanya orang PR harus merespon secara cepat tetapi sebagai CEO harus bisa merespon secara cepat karena kecepatan merespon sangat dibutuhkan oleh pasar terutama untuk ritel dan consumer service," ujarnya. 

Dia mengatakan dalam konteks perusahaan, kecepatan merespon menjadi sesuatu yang esensial, bahkan bukan hanya merespon tetapi harus proaktif. Rudiantara juga mendorong agar perusahaan dapat membuat aplikasi yang berbasis media sosial, yang membuat perusahaan dapat intens berhubungan dengan pelanggan.

"Strukturnya ritel atau consumer atau services. Ini yang akan membuat komunikasi intens, sehingga value-nya lebih bisa dirasakan lagi. Apalagi di Indonesia sekarang ada ratusan juta orang punya satu ponsel dan setengahnya menggunakan data atau smartphone. Harus bisa mengikuti pelanggan ke arah mana," ujarnya. 

12:28 WIB

Menkominfo Rudiantara Bicara Kunci Keberhasilan di Era Keterbukaan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan di era perkembangan teknologi dan sosial media menuntut perusahaan semakin terbuka untuk lebih intensif berkomunikasi dengan pelanggannya. Adapun Pemerintah mendukung dengan terus membangun infrastruktur telekomunikasi.

"Kita harus dalam posisi yang semakin terbuka karena infrastruktur untuk itu sudah mendukung dan memungkinkan," ujar Chief RA panggilan akrab Rudiantara dalam Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (25/4/2017)

Dia mengatakan kunci keberhasilan di era keterbukaan dan era kompetisi ini adalah membuka keluar atau menjadi terbuka terkait bisnis yang dilakukan. Menurutnya, terkait masalah komunikasi, saat ini sosial media sangat menguasai dari sisi komunikasi, untuk nasabah maupun pelanggan.

"Sekarang tuntutannya, bukan hanya orang PR harus merespons secara cepat, tetapi sebagai CEO harus bisa merespons secara cepat karena kecepatan merespons sangat dibutuhkan oleh pasar terutama untuk ritel dan consumer service," ujarnya.

Menkominfo menjelaskan dalam konteks perusahaan, kecepatan merespons menjadi sesuatu yang esensial, bahkan bukan hanya merespons tetapi harus proaktif. Rudiantara juga mendorong agar perusahaan dapat membuat aplikasi yang berbasis media sosial, yang membuat perusahaan dapat intensif berhubungan dengan pelanggan.

"Strukturnya ritel atau consumer atau services. Ini yang akan membuat komunikasi intensif, sehingga value-nya lebih bisa dirasakan lagi. Apalagi di Indonesia sekarang ada ratusan juta orang punya satu ponsel dan setengahnya menggunakan data atau smartphone. Harus bisa mengikuti pelanggan ke arah mana," ujarnya.

Adapun pemerintah terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terkait data, terutama di kota besar, sekitar 400 kabupaten/kota madya sudah 4G.

"Pemerintah menargetkan pada 2019 sudah punya akses broadband yang harus hadir di semua kabupaten kota di Indonesia. Infrastruktur yang dibangun baik oleh regulator, operator, itu dari sisi jaringan," tegasnya.

Rudiantara menambahkan, dari sisi ekosistem ponsel juga diperkirakan ponsel 4G semakin terjangkau dan pada 2019 sudah pada level Rp400.000 saja untuk ponsel 4G.

"Posisi Indonesia dari sisi infrastuktur ICT di Asean saat ini ada di nomor empat dan ditargetkan pada 2019 menjadi nomor dua, setelah Singapura, dengan selesainya Palapa Ring," paparnya. (138)

11:58 WIB

Begini Cara Dirut AP II Percepat Pelayanan di 13 Bandara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) terus berkomitmen untuk melakukan inovasi di sektor digital yang akan diterapkan di 13 bandara.

Inovasi digital tersebut merupakan satu-satunya solusi untuk mengimbangi pergerakan penumpang di 13 bandara AP II yang diperkirakan mencapai 100 juta orang pada 2017.

Khusus Bandara Internasional Soekarno Hatta diprediksi menampung 60% dari perkiraan 100 juta penumpang yakni 60 juta pada tahun ini.

"Para penumpang rata-rata tidak peduli soal implementasi digital itu. Mereka intinya ingin pelayanan di bandara cepat, efisien, dan tidak ribet," ucap Direktur Utama AP II M. Awaluddin di Bisnis Indonesia Communication Forum, Selasa (25/4).

Pasalnya, percepatan layanan di bandara dinilainya tidak bisa dilakukan secara manual lagi, melainkan membutuhkan inovasi teknologi. Di sini, Awaluddin sudah memetakan sejumlah titik mulai dari pra perjalanan, perjalanan, dan pasca perjalanan.

Jika dirinci, implementasi teknologi untuk mempercepat pelayanan di bandara antara lain sistem antrian taksi menggunakan antrian digital, aplikasi bandara, dan sistem display yang menunjukkan kedatangan bagasi. (Akw)

11:43 WIB

Menkominfo Rudiantara Antusias

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kedua kiri), bersama Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Arif Budisusilo (kiri) dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto (kedua kanan) terlihat antusias saat menghadiri Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 di The Ritz Carlton Mega Kuningan, hari ini, Selasa 25 April 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi, berdiskusi dan berbagi ilmu sebagai acara tahunan ‘Bisnis Indonesia dengan tema yang diusung kali ini tentang "Winning The Competition" yang dihadiri para mitra Bisnis Indonesia dari perbankan, biro iklan dan berbagai kalangan mitra strategis lainnya.

11:27 WIB

Jacky Mussry Tekankan Pentingnya Strategi Komunikasi di Era Kompetisi

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam menghadapi era kompetisi yang semakin ketat, diperlukan strategi komunikasi yang berdampak untuk mendapatkan engagement dengan pelanggan.

Deputy CEO Marksplus Inc. Jacky Mussry mengungkapkan strategi komunikasi berperan penting, karena banyak yang tidak melakukan komunikasi dengan target marketnya.

"Marketing sebagai tantangan, kehilangan kapabilitas untuk bersepakat dengan pasar. Teknologi sudah berubah, saat ini orang lebih terhubung atau terkoneksi dan eranya semakin kompetitif," ujar Jacky saat menyampaikan materi terkait Impactful Communication Strategy dalam Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (25/4/2017)

Dia mengatakan perusahaan perlu mengetahui data besar atau makro karena jika tidak akan sulit berkompetisi. Perusahaan harus dapat memilih fokus yang menjadi kelebihannya dan menyusun strategi komunikasi yang bisa memberikan kontribusi kepada perusahaan.

Lebih lanjut dia memaparkan sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam keterkaitan pelanggan dengan brand. "Ada tingkatan dari respon pelanggan kepada perusahaan yakni enjoyment, experience dan engagement," ujarnya.

Dia mengatakan marketing communication harus memiliki objektif untuk menciptakan keberhasilan brand yakni tahapan yang dicapai di pelanggan yakni aware,appeal, ask act, advocate. "Ketika ada engagement dan pelanggan sudah menyarankan brand tersebut berarti brand telah melekat," ujarnya.

Dia mengatakan jika semakin banyak dana yang dikeluarkan untuk komunikasi tidak ada dampaknya maka makin tidak efektif. "Orang marketing harus paham mengenai return. Sekarang yang terjadi adalah brand dibicarakan di sosial media, sekaranglah eranya kolaborasi," ujarnya.

Dia mengatakan sebaiknya perusahaan atau brand berfokus untuk customer journey dan perlu berkolaborasi. "Perlu membuat konten yang engaging. Dari command dan control menjadi connect dan collaborate, perlu kreativitas," pungkasnya. (Agne Yasa)

11:09 WIB

Hellen Katherina Bicara Strategi Memenangkan Hati Generasi Millennials

Bisnis.com, JAKARTA - Para pelaku industri ritel Indonesia dihadapkan pada perubahan perilaku konsumen, terutama kalangan millennials yang saat ini menempati sekitar 24% dari total populasi Tanah Air.

Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen Indonesia, mengatakan proporsi millennials memang tidak banyak tetapi pelaku industri ritel seharusnya sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan hati mereka.

"Banyak orang salah kaprah bahwa millennials itu sudah tidak baca koran, tidak nonton televisi, atau tidak mendengarkan radio. Yang berbeda hanyalah tingkat konsumsi Internet yang lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya, dan mereka masih mengonsumsi media konvensional," ucapnya dalam Bisnis Indonesia Communication Forum 2017, Selasa (25/4).

Jika dirinci, konsumsi televisi millennials masih di kisaran 4--5 jam setiap hari, radio lebih dari 1 jam, penggunaan internet lebih dari 3 jam, dan media cetak selama setengah jam.

Yang harus diperhatikan adalah para pelaku industri ritel dan agen iklan harus menghadirkan kampanye iklan yang berbeda.

"Kalangan milenials memiliki pemikiran yang cukup berbeda dengan segmen lainnya. Ketika meluncurkan produk baru, harus ada tawaran berbeda dan unik dari brand tersebut," tekannya.

Pada saat yang sama, Jack Mussry, Deputy CEO Markplus Inc, menambahkan kriteria iklan yang khusus menyasar segmen millennials harus menggunakan komunikasi dua arah.

"Kebanyakan iklan saat ini hanya mengandalkan komunikasi satu arah. Salah satu hal yang bisa dipertimbangkan adalah memberikan kesan keterlibatan [engage] dengan konsumen melalui iklan," tuturnya. (Akw)

 

10:32 WIB

BJB, BRI & BCA Dianugerahi Mitra Terbaik

Bisnis.com, JAKARTA--Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 memberikan penghargaan kepada mitra-mitra yang telah bekerja sama pada tahun lalu.

Untuk kategori mitra terbaik, Bisnis Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk., lalu diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Central Asia.

Kategori lainnya adalah rekan biro iklan terbaik yang diraih oleh PT Hanindo Mitra Lestari, lalu posisi kedua adalah PT Putra Inovasi Utama, dan CV Maestro 90.

Disusul oleh kategori selanjutnya yakni rekan biro iklan nondisplay khusus. Peringkat pertama disematkan kepada PT Cakrawala Kreasi Mandiri, lalu posisi kedua dipegang oleh CV Tika Utama, dan terakhir adalah Dentsu Aegis Network.

Yang terakhir adalah kategori biro iklan dengan pertumbuhan terbaik. Dari sisi nondisplay, pemenangnya adalah CV Tika Utama dan kategori display khusus dipegang oleh PT Global Fokus. (Amanda K. Wardhani)

10:18 WIB

Dirut Bisnis Indonesia: Kami Fokus Melayani Solusi Media Terpadu

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia Group menggelar Bisnis Indonesia Communication Forum 2017 yang mengusung tema Winning the Competition.

Yang istimewa, acara yang digelar di Hotel Ritz Carlton Kuningan ini mengundang sejumlah tokoh penting untuk memaparkan kondisi terkait perkembangan media dan iklan.

Adapun, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dijadwalkan hadir untuk mengisi presentasi bertajuk Winning the Competition; Hellen Catherina selaku Executive Director Media Nielsen Indonesia juga akan memaparkan Mapping Situation with Data.

Tak kalah seru, Jack Mussry, Deputy CEO Markplus Inc. akan mempresentasikan Impactful Communication Strategy, dan Presiden Direktur PT Angkasa Pura II M. Awaluddin. Nantinya, acara diskusi tersebut akan dimoderatori oleh Adhitya Noviandi selaku Deputy Marketing Director Bisnis Indonesia Group.

"Kami sengaja memilih tema ini untuk mewujudkan transformasi Bisnis Indonesia Group dengan mengembangkan integrasi cetak, online, seminar, maupun pelatihan," kata Lulu Terianto, Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group di Jakarta, Selasa (25/4).

Menginjak usia Bisnis Indonesia yang ke 32 tahun, Lulu menekankan Bisnis Indonesia akan senantiasa meningkatkan layanan dan kualitas produksi maupun tampilan untuk kepentingan pembaca dan mitra-mitra terbaik kami.

Menurutnya, tema Winning The Competition tentunya mudah untuk dimengerti, namun perlu keahlian tersendiri dalam mewujudkannya. Mulai dari pengumpulan dan analisa data, perencanaan strategi komunikasi, hingga pelayanan di ujung tombak pemasaran. "Untuk itu, kami Bisnis Indonesia mengajak saudara-saudari sekalian bersama-sama untuk mendengar paparan dan berdiskusi dengan penentu kebijakan dan pakar-pakar komunikasi yang ahli di bidangnya."

Dia menambahkan, tak terasa sudah 32 tahun Bisnis Indonesia hadir di hadapan pembaca yang menjadi mitra terbaik kami. Memberikan beragam informasi dan menjadi sarana komunikasi dengan audien yang sudah tersegmentasi. Bahkan, sudah sekian tahun pula, Bisnis Indonesia tak berhenti berbenah diri, meningkatan layanan dan kualitas produksi maupun tampilan untuk kepentingan pembaca dan mitra-mitra terbaik perusahaan.

"Menjadi Navigasi Bisnis Terpercaya adalah tujuan utama kami. Dan Bisnis Indonesia akan berupaya terus hadir di hadapan bapak ibu sekalian menjadi navigasi dalam pengambilan keputusan. Untuk itu pula, kami Bisnis Indonesia melakukan transformasi usaha di bawah Bisnis Indonesia Group dengan mengembangkan 11 unit usaha yang sebagian besar fokus melayani Integrated Media Solutions (IMS), atau solusi media terpadu."

Dia menjelaskan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan banyak mitra terbaik perusahaan yang fokus mengembangkan dalam strategi komunikasi terintegrasi baik di cetak, online, maupun off line seperti seminar, pelatihan, serta turunan komunikasi media lainnya serupa pembuatan company profile, dan video serial hingga social media analisis untuk mengukur popularitas sebuah brand.

 

Tag : bisnis indonesia
Editor : Redaksi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top