5 Strategi Mengamankan Keuangan Bagi Lulusan Baru

Bagi banyak orang, tantangan kehidupan yang sebenarnya baru dirasakan setelah lulus kuliah. Selepas menimba pendidikan formal, mayoritas orang dituntut mencari nafkah sendiri dan bertanggung jawab serta lebih menghargai uang.
Wike Dita Herlinda | 19 April 2017 17:21 WIB
Ilustrasi alumnus baru - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi banyak orang, tantangan kehidupan yang sebenarnya baru dirasakan setelah lulus kuliah. Selepas menimba pendidikan formal, mayoritas orang dituntut mencari nafkah sendiri dan bertanggung jawab serta lebih menghargai uang.

Setelah lulus kuliah, kebanyakan orang berpikir untuk memulai karier profesional dan membidik kehidupan yang mapan secara finansial. Namun, hal itu tidak akan cukup jika para fresh graduate tidak memiliki konsep dan perencanaan keuangan yang matang.

Berikut lima hal yang dapat dilakukan agar bisa memiliki dan mempertahkan kondisi finansial yang baik setelah lulus kuliah, sebagaimana disarankan olehJobStreet Indonesia dalam siaran persnya:

1.      Tentukan Tujuan Keuangan Anda dengan Jelas

Kebanyakan lulusan baru tidak memprioritaskan tujuan keuangan segera setelah tamat dari perguruan tinggi. Padahal, tujuan keuangan harus dipikirkan secara konkret dan matang sejak awal.

Menentukan tujuan keuangan bukan hanya sekadar menentukan kapan dan bagaimana Anda akan menghabiskan uang, tetapi menyangkut pengaturan target-target keuangan yang penting dan akan dicapai untuk membantu Anda tetap fokus.

Tujuan keuangan harus dibagi menjadi tiga berdasarkan jangka waktu. Tujuan keuangan jangka pendek adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam waktu dekat, seperti tiga tahun ke depan. Misalnya, menabung untuk biaya pendidikan magister Anda.

Tujuan jangka menengah adalah rentang waktu empat sampai tujuh tahun seperti mengembangkan portofolio investasi atau membayar uang muka untuk rumah. Adapun, tujuan jangka panjang untuk rentang waktu lebih dari 7 tahun hingga seumur hidup. Misalnya, menabung dana perwalian anak-anak atau membayar hipotek.

2.      Buatlah Perencanaan Keuangan yang Detail

Setelah Anda bisa berpenghasilan secara mandiri, Anda mungkin tergoda untuk mengubah gaya hidup lama pada saat kuliah, seperti memanjakan diri dengan barang-barang mewah tertentu.

Hal itu tidaklah salah, tetapi harus ada batasnya. Itulah membuat perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan. Anda harus selalu tahu persis tujuan dari penggunaan uang Anda dengan jelas.

Untuk memulai perencanaan keuangan, jumlahkan anggaran untuk hal-hal yang penting seperti biaya sewa bulanan, kebutuhan sehari-hari, kebutuhan rumah tangga, dan transportasi. Dengan begitu, Anda akan tahu berapa yang tersisa untuk tabungan dan uang jajan.

Pengaturan keuangan yang mendetail dan terencana juga berperan penting dalam menjaga pengeluaran dan tabungan Anda di jalur yang benar.

3. Gunakanlah Sesuai dengan Kemampuan Keuangan Anda

Hal-hal besar seperti membeli mobil atau apartemen mungkin merupakan latihan yang baik untuk menguji kecakapan pengaturan pengeluaran. Namun, jika Anda termasuk kebanyakan profesional muda yang baru saa lulus kuliah, tentunya belum memiliki uang untuk membeli hal-hal itu.

Saat baru lulus dan pertama kali bekerja, hal-hal kecil seperti belanja, nongkrong, menjadi member klub kesehatan, atau traveling keluar kota mungkin terdengar menyenangkan dan menggoda. Namun, kemewahan-kemewahan kecil itu bisa mengacaukan keuangan Anda.

Anda harus selalu ingat untuk tidak berlebihan menggunakan uang. Itu berarti, Anda harus memastikan jumlah pengeluaran Anda tidak lebih banyak daripada penghasilan bulanan. Jangan merasa terdorong untuk menghabiskan gaji untuk hal-hal yang tidak terjangkau.

Kiat lainnya, sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit. Sebab, dengan kartu kredit, pada dasarnya Anda menghabiskan uang yang sebenarnya And atidak miliki.  Jadi, jika uang Anda tidak cukup untuk membeli secara tunai, berarti Anda tidak mampu membelinya.

4.      Aturlah Tabungan Anda Secara Otomatis

Setelah membuat anggaran dan menyusun tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang dengan jelas, cara paling mudah untuk menabung adalah dengan mendekatkan diri pada target-target personal yang telah Anda susun.

Penasehat Keuangan Merchants Bank, Jamie Pomeroy, menyarankan Anda bisa membuat tabungan Anda terpotong secara otomatis untuk deposito, investasi, atau lainnya. Itu merupakan langkah sederhana untuk membayar dividen yang besar di masa yang akan datang.

“Saat ini sudah banyak fasilitas dan teknologi untuk mengotomatisasi tabungan dan simpanan uang, atau investasi Anda. Sebagian besar bank sudah memiliki pilihan untuk mendaftarkan rekening secara online dan mengatur deposito bulanan ke dalam rekening Anda,” paparnya.

Anda bisa mengatur transfer otomatis secara rutin secara bulanan atau per dua pekan dengan mencocokkan jadwal pembayaran gaji Anda. Mengotomatisasi tabungan adalah cara mudah dan nyaman untuk membiasakan diri menabung secara berkelanjutan.

5. Rencana Pensiun

Banyak yang berpikir saat baru lulus kuliah, tidaklah perlu merencanakan pensiun.  Meskipun pensiun adalah sesuatu yang tampak masih jauh bagi seorang fresh graduate, bukan berarti hal itu tidak penting untuk direncanakan sejak dini.

Jika Anda ingin mengambil alih masa depan keuangan Anda, rencanakan pensiun dengan cermat dan mulailah menabung sejak idni. Sangat lumrah jika Anda memiliki kebutuhan mendesak sekarang, tetapi Anda harus bisa mulai mencicil dana pensiun.

Ketika nantinya pendapatan bulanan Anda meningkat, tabungan dan cicilan untuk dana pensiun pun harus ditingkatkan setiap bulannya.

Meskipun baru saja lulus kuliah, Anda harus mulai berpikir untuk mengamankan masa depan keuangan diri sendiri dan keluarga sejak dini. Semakin cepat Anda mampu mengatur keuangan dengan baik, semakin baik.

Tag : Tips Kerja
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top