2 Mahasiswa Unpad Rebut The Best Project Bayer

Bisnis.com, JAKARTA - Atika Putri Astrini, mahasiswa Universitas Padjadjaran tampak terharu yang air matanya mengalir di pipi waktu namanya disebut sebagai peraih The Best Project sebagai Duta Muda Lingkungan Bayer (Bayer Young Enviromental Envoy / BYEE)
Reni Efita | 02 Oktober 2013 20:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Atika Putri Astrini, mahasiswa Universitas Padjadjaran tampak terharu yang air matanya mengalir di pipi waktu namanya disebut sebagai peraih The Best Project sebagai Duta Muda Lingkungan Bayer (Bayer Young Enviromental Envoy / BYEE) 2013 di Ballroom Hotel Intercontinental Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Mahasiswi smester 7 jurusan Ekonomi Bisnis  Unpad ini meraih pertasi tersebut melalui proyek yang disebutnya BYEE Vertesac yang mengubah prilaku penggunaan kantong plastik dengan sistem belanja cerdas. Dari prestasi tersebut, Duta Muda Lingkungan Bayer 2013 ini  berperan sebagai wakil Indonesia untuk berkompetisi BYEE tinggal global di Jerman.

Dia akan berada di Jerman pada 11-15 November 2013 untuk mempelajari berbagai tren dan sudut pandang perlindungan lingkungan serta konsep pembangunan berkelanjutan.

"Kita memberikan penghargaan positif berupa point kepada orang berperilaku positif yang menggunakan tas belanja cerdas," kata Atika setelah mendapatkan penghargaan tersebut.

Vertesac mengintegrasikan sistem radio frequencty identification (RFID) ke dalam tas belanja lipat, sehingga tas belanja Vertesac dapat digunakan sebagai kartu anggota/kartu discon, dapat melacak aktivitas belanja konsumen.

Untuk mewujudkan program tersebut, Atika melibatkan perancang tas untuk memndesain tas yang bisa dilipat, melibatkan ahli teknologi informatika untuk program kartu. Dalam proyek tersebut, dia juga memberdayakan masyarakat desa Cimareme, Jabar, sebagai mitra untuk memproduksi tas dan membangun kemitraan dengan toko-toko dan pengecer di Bandung untuk mempromosikan tas tersebut. Tas pintar itu juga ada garansi selama 1 tahun, agar tas yang dapat didaur ulang itu tidak dibuang ke bumi. Tapi akan diolah lagi oleh ibu-ibu di Krawang  menjadi kain perca untuk membuat produk lain.

Awalnya, kata Atika, kira-kira 2 tahun yang terlintas dipikirannya bagaimana cara untuk mengubah perilaku orang untuk mengurangi penggunaan tas plastik.

Sehingga terwujud proyek tersebut dengan memberikan penghargaan kepada orang yang berprilaku positif. Sedangkan hadiahnya berasal, katanya, dia akan bekerjasama sama dengan produsen produk. Sementara itu, konsumen bisa menerima hadiahnya atau disumbangkan untuk kegiatan sosial.  

Harga tas itu dijual dengan harga Rp75.000 per satu. Di dalam tas itu ada tutorial cara penggunaan tas lipat itu,  ada sejarahnya, keuntungan, dan garansi  supaya tidak dibuang.

Dia manarget tas itu terjual sekitar 60.000 tas per tahun. Semakin banyak terjual, maka berarti semakin banyak yang peduli dengan lingkungan. Tas itu akan dijualnya di beberapa toko di Bandung. Selain itu, dia juga berencana akan memasarknya melalui online.

 

Tag : lingkungan, bayer
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top