Rabu, 23 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KIAT MANAJEMEN: Pemimpin Itu Motivator dan Inspirator

Martin Sihombing   -   Rabu, 19 Juni 2013, 10:05 WIB

BERITA TERKAIT

Pertanyaannya mudah. Bagaimana menajdi pemimpin yang baik? Dalam arti mampu menumbuhkan motivasi staf dan keceriaan, yang berujung peningkatan produktivitas, dan tenu saja, keuntungan.

Ada yang sok nge-bossi, ada yan sok otoriter padahal cengeng, ada yang berlagak atau memang sok tahu. Tidak banyak pula yang merasa serba tahu, padahal tidak tahu.

Tidak mudah menjadi pemimpin atau orang yang disukai semua orang. Itu hal pertama yang perlu diketahui dan dipahami. Ragam manusia, ragam akal dan budi. Referensi manusia terhadap satu hal –apa saja—cukup banyak. Terutama akibat tempaan pengalaman. Dan, pengalaman yang berbeda atau latar belakang yang berbeda, membuat persepsi seseorang terhadap persoalan kerap berbeda. Simple-nya, konsepsi kebahagiaan manusia berbeda-beda. Termasuk motif yang melatarbelakangi eksistensi sikap seseorang terhadap persoalan.

Joan Woodward (1958), Fiedler, FE (1958)  mengatakan kepemimpinan dipengaurhi  oleh variabel-variabel lingkungan yang menentukan gaya kepemimpinan.  Tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua situasi. Keberhasilan pemimpin tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan.

Itu mengapa banyak teori kerap berbeda untuk mendefinsikan soal pemimpin.  Merujuk kepada teori Thomas Carlyle (1888), Herbert Spencer (1896).  Kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat pemimpin besar dilahirkan, bukan dibentuk.  Pemimpin besar muncul  sebagai heroik, mitos dan ditakdirkan karena diperlukan.  Disebut ‘great man’ karena pada saat itu pemimpin Thomas Carlyle dianggap kualitas laki-laki.

Hersey and Blanchard (1977)  menambahkan pemimpin harus memilih tindakan yang terbaik berdasarkan situasi yang sedang dihadapi.  Gaya kepemimpinan berbeda-beda tergantung situasi yang berlainan.  Misalnya di tengah cendekiawan,  gaya kepemimpinan demokratis mungkin paling tepat diterapkan.

Jadi, menjadi pemimpin yang disukai semua orang sesuatu yang sulit terjadi, meskipun untuk meraih dukungan mayoritas, bukan hal yang rumit. Caranya: James Macgregor Burns (1978); Bernard Bass (1981)  Teori transformasional, atau teori relationship, berfokus pada pola hubungan antara pemimpin dan pengikutnya.  Pemimpin memotivasi dan  menginspirasi orang agar melihat kepentingan tugas.  Pemimpin memperhatikan potensi orang dan memiliki standar etika dan moralitas kepemimpinan yang tinggi.  Gimana dengan Anda? Mainkan. (ilustrasi:aplikomfifit.blogspot.com)

 


Editor : Martin Sihombing

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER