Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

KEUANGAN KELUARGA: Ibu Rumah Tangga Harus Kelola Keuangan Dengan Baik

Herry Suhendra   -   Kamis, 09 Mei 2013, 19:29 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BOGOR--Ibu rumah tangga sebagai manajer dalam sebuah keluarga harus mampu membuat rencana keuangan yang matang, sehingga tidak terjerat dengan jebakan kredit.

Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan Professional, mengatakan alangkah baiknya para ibu rumah tangga mulai membuat perencanaan keuangan dengan baik yaitu dengan mendahulukan hal yang menjadi prioritas. Seraya mengingatkan para ibu, bahwa makna investasi tidak semata investasi dunia, tetapi juga investasi akhirat.

Ratusan manajer keuangan keluarga (ibu-ibu rumah tangga)  mengikuti seminar bertajuk Kiat Sukses Mengelola Keuangan Keluarga  di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor.

Ya, manajer keuangan keluarga yang tak lain adalah para ibu rumah tanga ini terlihat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Agrianita IPB.

Hal ini ternyata diakui oleh seorang peserta dari Cibanteng, dimana dengan polosnya ia berkata bahwa tiap kali membuka lemari, maka segera ingat kreditnya. Begitu pula ketika duduk di sofa, kreditnya yang ia ingat. Tak ayal pengakuan ini membuat peserta lain tertawa.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana  Rina Dahrulsyah mengatakan, seminar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas para ibu dalam mengelola keuangan di keluarga. Dengan demikian peran ibu di keluarga sebagai Menteri Keuangan bisa lebih optimal. (sep)


Editor : Sepudin Zuhri

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.